Alasan Rasulullah Melarang Berbisik Berduaan

5/02/2017

Alasan Rasulullah Melarang Berbisik Berduaan

Tags

Alasan Rasulullah Melarang Berbisik Berduaan
Aturan agama Islam sangatlah kompleks. Islam tidak hanya mengatur tata cara shalat, zakat, puasa, haji dan sejenisnya. Namun lebih dari itu, Islam juga mengatur tata cara bergaul dan berinteraksi dengan sesama.

Diantara tuntunan Islam dalam berinteraksi dengan sesama adalah menjauhi berbisik berduaan di saat ada teman ketiga. Artinya, jika kamu sedang bertiga, maka jangan sekali-kali kamu berbisik dengan salah satu temanmu sedang teman yang satunya tidak menetahuinya.

Mengapa hal itu dilarang? Apakah ada yang salah dengan berbisik berduaan?

Untuk menjawab itu, marilah kita berpikir sejenak, bagaimana rasanya saat temanmu berbisik dengan orang lain di depanmu? Biasa saja? Atau merasa sedih seperti tak dianggap atau tak layak bersama teman terkasih?

Lidah sangatlah lunak, terlalu lunaknya ia kadang jika kita tidak menjaganya akan  membawa kita pada hal yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Naudzubillah

Begitupula dalam hal berbisik, bukan hal asing jika  akan ada orang yang tidak sengaja terluka hatinya karena diantara ia ada yang berbisik.  Islam itu sangat indah sehingganya adab mengenai berbisik  pun diatur agar tiada bersedih hati seorang muslim.

Penjelasan tersebut seperti yang terdapat pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudarat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal,” (QS Al-Mujadilah:10).

Dalam sebuah hadits Nabi salallahu alaihi wa sallam pernah bersabda :

“jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orangyang kita tadi bersedih,” (HR. Bukhori no.6290 dan Muslim no. 2184).

Maka jangan heran jika saat kita  sedang bertiga dan kita melakukan sebuah perundingan yang tidak bermaksud menyakiti hati pihak ketiga dengan berbisik-bisik orang ketiga itu mungkin akan besedih usai bisikian kita.

Padahal bisikan tersebut tidak ada pembicaraan sedikitpun yang dimaksud menyakiti hatinya.

Bisikan yang menyakitkan hati juga dapat berlaku pada 4 orang atau lebih. Pernahkah melihat atau mengalami  suatu pembicaraan yang terdiri dari 4 orang dan dua diantaranya berbisik tanpa mengajak dua lainnya?

Bukankah akan ada kemungkinan  pertanyaan “kok mereka bisik-bisikan berdua ya? Kan kita berempat lagi ngomong, ngapain bicara berempat kalo akhirnya mereka bisik-bisikan berdua?” serta pikiran negatif lainnya muncul?

Tentu sakit bukan? Apalagi jika posisi tersebut dialami oleh 3 orang yang 2 diantaranya melakukan bisik-bisik.

Maka dari itu, mulai ubah kebiasaan berbisik kita saat sedang bertiga. Pun  jika kita berada pada posisi si “satu orang” itu, tidak ada salahnya kan berbaik sangka. Mungkin saat itu teman kita memang sedang membutuhkan seseorang yang paham akan masalahnya dan bukan kita. dengan berpositif thinking kan aura bahagia juga makin meningkat.

Dalamnya laut mungkin bisa diukur. Namun, dalamnya hati yang terluka siapa yang tahu.