Mengapa Allah Kejam: Memberi Hukuman Rajam dan Potong Tangan?

4/18/2017

Mengapa Allah Kejam: Memberi Hukuman Rajam dan Potong Tangan?

Tags

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian orang beranggapan bahwa hukum Allah itu sangat kejam, sadis, atau perkataan semisal. Anggapan ini juga kadang muncul dari sebagian muslim terlebih mereka yang kurang memahami syariat agama.

Lalu benarkah demikian? Mengapa Allah memberi hukuman-hukuman yang 'ngeri' bahkan menakutkan tersebut? Maka menarik untuk mengetahui jawaban tersebut. Pertanyaan semisal ternyata pernah dilontarkan oleh non-muslim dalam acara Dr Zakir Naik. Berikut kisah sekaligus jawaban yang tepat lagi cerdas sebagaimana diulas ummi-online.com.

Mengapa Allah Kejam: Memberi Hukuman Rajam dan Potong Tangan?
Salah seorang penanya di acara Dr Zakir Naik memprotes mengapa Allah memiliki sifat sadis, sudah di akhirat menyiapkan neraka untuk para pendosa, di dunia pun diterapkan hukum syariah Islam seperti potong tangan untuk pencuri, dan hukuman rajam sampai mati untuk pelaku zina (yang sudah menikah)?

Jawaban Dr Zakir Naik ini in syaa Allah bisa memberi kita pemahaman yang benar mengenai hukum syariah, bahwasanya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan bukannya sadis sebagaimana yang dituduhkan oleh banyak orang-orang yang tidak paham.

Jika seseorang memperkosa ibumu di depan matamu, apa yang akan kau lakukan pada pelakunya? Dr Zakir Naik mengatakan bahwa hampir 100% non muslim yang ia tanyakan menjawab mereka akan membunuh pelaku pemerkosaan itu. Nah, mengapa kalau ibunya orang lain yang diperkosa, kemudian pelakunya dirajam, kita malah menyatakan bahwa hukuman itu begitu sadis? Allah membuat aturan untuk melindungi para wanita, para ibu, para istri, di seluruh dunia.

Apa yang terjadi ketika hukuman bagi para pezina (yang sudah menikah) hanyalah dihukum kurungan? Begitu ia bebas dari kurungan, ia akan berzina atau memperkosa semakin banyak wanita, berzina dengan istri orang lain, dan terus melakukan itu. Dan itulah yang terjadi di Amerika, perkosaan terhadap wanita terjadi setiap harinya.

Demikian juga dengan hukuman potong tangan, kalau seseorang mencuri roti... tentu tidak akan mendapat hukuman potong tangan, justru pemimpin di daerah tersebut harus bertanggungjawab, mengapa seseorang di daerahnya bisa begitu kelaparannya sampai-sampai mencuri roti untuk dimakan? Akan tetapi jika seseorang mencuri benda berharga milik orang lain, kasus seperti inilah yang harus ditegakkan dengan syariah Islam yakni hukuman potong tangan.

Hukuman syariah jika diterapkan dengan benar dan adil maka akan menurunkan kasus kriminalitas di daerah tersebut. Jadi, amatlah salah jika manusia menuduh Allah sadis dengan menetapkan hukuman ini.