Kisah Malaikat Izrail dan Tamu Nabi Sulaiman

3/01/2017

Kisah Malaikat Izrail dan Tamu Nabi Sulaiman

Tags

Kisah Malaikat Izrail dan Tamu Nabi Sulaiman
ilustrasi
Kematian selalu mengintai kita. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan datangnya dan tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail, sang pencabut nyawa datang menjemput. Tahukah kamu bahwa malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun ia selalu datang hingga 70 kali dalam sehari.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan  kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu. Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.

Maka berkatalah Izrail:”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa.”

Terkait tidak adanya seorang pun yang bisa lari saat kematian telah datang, maka menarik untuk memerhatikan kisah Malaikat Izrail yang Masuk ke Rumah Nabi Sulaiman a.s. dalam wujud manusia di saat ada tamu di rumah beliau. Selengkapnya, silahkan baca kisah berikut ini:

Kisah Malaikat Izrail Masuk ke Rumah Nabi Sulaiman a.s.


Diriwayatkan bahwa pada suatu hari malaikat maut (malaikat ‘Izrail) datang ke rumah Nabi Sulaiman. Saat itu ada seorang pemuda yang sedang bercakap-cakap dengan Nabi Sulaiman di rumahnya. Begitu masuk ke dalam rumah tersebut, tiba-tiba pandangan malaikat ‘Izrail menatap tajam pada seorang pemuda yang berada di sebelah beliau. Merasa dipandangi dengan tatapan tajam, maka hati pemuda itu pun menjadi berdebar-debar. Saat itu dia merasakan tubuh dan hatinya dipenuhi rasa takut.

Setelah beberapa lama, malaikat maut (malaikat ‘Izrail) pun pergi meninggalkan Nabi Sulaiman dan pemuda tersebut. Pemuda ini pun bertanya kepada Nabi Sulaiman, “Ya Nabi Sulaiman a.s., siapakah orang tadi?” Nabi Sulaiman menjawab, “Itu adalah malaikat maut yang sedang menyamar menjadi manusia.” Pemuda tersebut berkata, “Sungguh aku tidak nyaman dengan pandangannya yang terus-menerus menatapku. Aku menjadi takut jangan-jangan dia ingin mencabut nyawaku. Ya Nabi Sulaiman, sebagai seorang nabi yang diberi kekuatan oleh Allah untuk menguasai angin, bisakah kau menyuruh angin untuk menerbangkanku ke negeri Cina? Semoga dia tidak bisa mengejarku ke negeri Cina.” Nabi Sulaiman berkata, “Apabila memang sudah waktumu untuk meninggal, bukankah kau tidak bisa lolos dari kematian?” “Ya, tetapi aku ingin mencobanya. Wahai nabi Sulaiman, aku mohon kepada engkau agar menyuruh angin untuk membawaku ke negeri Cina”, katanya.

Setelah memohon kepada nabi Sulaiman, akhirnya beliau bersedia untuk mengabulkan permohonan pemuda tadi. Dengan mukjizat dari Allah, maka disuruhnya angin untuk membawa pemuda tersebut sesuai dengan keinginannya, yaitu ke negeri Cina. Akhirnya sampailah pemuda itu ke negeri Cina.

Tidak beberapa lama setelahnya, malaikat maut datang lagi kepada Nabi Sulaiman a.s.. Pada saat itu Nabi Sulaiman bertanya perihal mengapa ia memandangi pemuda itu dengan pandangan yang tajam. Maka malaikat maut menjawab, “Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa pemuda itu pada saat yang telah ditentukan (hari itu) di negeri Cina. Aku memandanginya karena keheranan, mengapa Allah menyuruhku untuk mencabut nyawanya di negeri Cina sementara aku melihatnya sedang berada di dekatmu?” Maka malaikat maut melanjutkan, “Ternyata pahamlah aku, karena tidak lama setelah aku pergi, tiba-tiba angin membawanya ke negeri Cina. Dan aku telah mencabut nyawanya hari itu di Cina.”