Nikmatnya Jadi Anak Pondok

1/20/2016

Nikmatnya Jadi Anak Pondok

Tags

Pondok Pesantren. Tempat indah yang menjadi impian bagi seorang muslim dan muslimah. Tinggal di pondok pesantren sejak kecil, jauh dari tempat tinggal, pulang ke rumah hanya waktu liburan sekolah. Kehidupan di pondok pesantren sungguh sangat menyenangkan. Bangun pagi pukul 04.00, shalat subuh berjama'ah dilanjutkan setoran mengaji hafalan ke ibu kyai. Setelah selesai mengaji, antri kamar mandi karena banyak santri yang tinggal di pondok. Begitu selesai mandi, sarapan pagi lalu berangkat sekolah bersama teman-teman. Sebagai seorang santri pondok pesantren, walaupun sekolah di sekolah umum, namun tetap mengenakan jilbab. Jadi alhamdulillah sejak kecil aku sudah dilatih untuk menutup aurat.

Pulang sekolah langsung makan siang lalu dilanjutkan shalat dhuhur berjama'ah. Setelah itu istirahat tidur sejenak. Pukul 02.00 WIB di pondok ada kegiatan mengaji bersama, yang biasa kami sebut tartilan. Jadi dalam satu majelis terdiri dari beberapa santri, ada seorang santri yang membaca ayat suci Al Qur'an, santri yang lain menyimak dan membenarkan bacaan santri yang sedang membaca jika ada kesalahan dalam bacaannya. Santri yang membaca bergiliran. Ibu kyai di tengah majelis untuk memantau dan mengawasi santri-santrinya yang sedang tartilan. Kegiatan tartilan ini biasa berlangsung hingga adzan ashar. Begitu adzan ashar, para santri segera beranjak ke kamar mandi untuk antri wudhu. Shalat berjama'ah ashar pun kami lakukan dengan tertib. Setelah selesai shalat, para santri masih punya tanggung jawab untuk menyetorkan hafalannya ke ibu kyai. Seperti biasa, ngajinya antri. Di pondok pesantren, serba antri. Maklum, banyak santrinya. ^_^

Lihat: Inilah 10 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

Setelah selesai setoran, para santri diberi kesempatan untuk istirahat sejenak. Ada beberapa santri yang sibuk nderes (istilah untuk mengaji hafalan sendiri), belajar kitab, antri mandi, nyuci, ngobrol, dll.

Begitulah sedikit pengalaman hidup di pondok pesantren. Dahulu waktu masih sekolah (dari SD hingga SMA) tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kini setelah besar, hidup jauh dari lingkungan pondok pesantren karena sekarang tinggal bersama kakak sepupu. Menggapai pintu masa depan.

Kangen dengan kehidupan pondok pesantren. Kemarin alhamdulillah aku diberi kesempatan posonan di pondok pesantren. Tapi kehidupan pondok pesantren waktu aku masih kecil dengan sekarang, sangat jauh berbeda. Dahulu ibu kyai sangat memperhatikan para santrinya. Tiap aku akan berangkat dan pulang sekolah, jika ibu santri di kediamannya, aku selalu pamitan. Tapi anak pesantren sekarang (tempat aku posonan), anak sekolah keluar masuk begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu kepada ibu kyai. Selain itu, anak pesantren sekarang banyak yang membawa handphone di pondok. Waktu aku masih kecil, handphone masih merupakan barang mewah, sehingga kami sebagai santri hanya disibukkan dengan kegiatan ibadah.

Kangen dengan kehidupan pondok pesantren. Kehidupan pondok pesantren seperti waktu aku masih kecil, bukan kehidupan pondok pesantren waktu aku posonan.

Oleh: Indigo Fidelya dalam brandko.blogspot.co.id, 14/2/13
Sumber photo: avepress.com