Tentara Rusia: Kami Terkencing-Kencing saat Mendengar 'Allahu Akbar'

11/05/2015

Tentara Rusia: Kami Terkencing-Kencing saat Mendengar 'Allahu Akbar'

Inilah senjata utama para mujahid di jalan Allah Ta’ala yang berperang melawan aliansi orang-orang kafir. Saking ampuhnya, salah satu tentara Rusia berkata ketakutan, “Saat mendengar ‘Allahu Akbar’, kami terkencing di celana kami.”
Seberapa ampuhkah senjata yang disebut sebagai roket ‘Allahu Akbar’ oleh tentara Uni Soviet (Rusia) ini?
Senjata utama para mujahid di jalan Allah Ta’ala bukanlah batu, pisau, senapan, roket, tank baja, atau yang lain. Satu-satunya senjata utama yang digunakan dalam setiap jihad adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala. Itulah sebaik-baik senjata dan yang menjadi sebab utama kemenangan para mujahid.

(Lihat: Inilah Sebab dan Tujuan Perang dalam Islam)
Jika ditilik dari persenjataan, perlengkapan perang, dan jumlahnya, yang dimiliki para mujahid bukanlah apa-apa. Akan tetapi, para mujahid senantiasa diberi pertolongan oleh Allah Ta’ala sehingga tak pernah takut atau gentar dalam melawan musuh-musuh Allah Ta’ala. Memangnya, siapa yang bisa melawan Allah Ta’ala Yang Mahakuasa?
Keimanan dan ketaqwaan itulah yang membuat mereka yakin dan menggunakan senjata apa pun sebagai bentuk ikhtiar. Maka, dengan ucapan ‘Allahu Akbar’, batu kecil pun bisa menjadi sarana jatuhnya pesawat tempur. Pun dengan pisau, tongkat, atau barang-barang lain yang tak bisa disebut senjata dalam kaca mata peperangan.
Di Afghanistan, tentara Uni Soviet terkencing-kencing saat mendengar kalimat ‘Allahu Akbar’. Saking bodohnya, mereka mengira bahwa ‘Allahu Akbar’ ini sejenis roket atau persenjataan. Alhasil, mereka mengerahkan berbagai kemampuan seraya mengatakan, “Kami mencari-cari senjata penangkal roket ‘Allahu Akbar’.”
Kesaksian lainnya berasal dari seorang wartawan Perancis. Katanya menegaskan, “Saya seperti melihat Allah di Afghanistan (medan jihad).”
Sedangkan wartawan Italia yang bertugas menyuplai berita bagi Partai Komunis di Negeri Pizza itu menyampaikan kesaksian tentang keajaiban di Afghanistan hingga dirinya memilih memeluk Islam.
Katanya, “Saya melihat kawanan burung membela Mujahidin di sekitar pesawat tempur (Uni Soviet). Saya tidak akan mengingkari apa yang saya lihat dengan mata dan kepala saya sendiri. Percaya atau tidak, itu urusan kalian.”
Mahabenar Allah Ta’ala dengan segala Firman-Nya. Dia tidak akan memerintahkan sesuatu, kecuali terdapat kebaikan yang banyak di dalamnya. Bersyukurlah kaum Muslimin yang diberi nikmat jihad. Sebab Allah Ta’ala memuliakan kalian di dunia dan akhirat. (oleh Pirman dalam bersamadakwah.net, 4/11/15)