Pengakuan Ulama atas Kealiman Kyai Muhammad Najih bin Hadhratussyaikh Maimoen Zubeir

11/03/2015

Pengakuan Ulama atas Kealiman Kyai Muhammad Najih bin Hadhratussyaikh Maimoen Zubeir

Tags

Hadlratus Syaikh Maimoen Zubair berkata,
“Anakku Najih iku Kyai angklek ( sangat berbobot.)”

Suatu ketika ada seorang Kyai dari Jawa Timur yang ‘alim dan ahli bahtsu masail. Beliau punya ‘azm (keinginan) untuk pergi ke Sarang dan bertemu Hadlratus Syaikh Muhammad Najih guna mengukur seberapa kealiman Beliau.
Sesampainya di Sarang, sebelum bersua ke Hadlratus Syaikh Muhammad Najih, Kyai tadi sowan terlebih dahulu ke Hadlratus Syaikh Maimoen Zubair. Sesampainya di kediaman, belum sampai mengucapkan niatnya, kyai Maimoen tiba-tiba berkata,
“Awakmu ora bakal iso ngalahno anakku Najih.” (Kamu tidak mungkin bisa mengalahkan anakku, Najih)
Akhirnya kyai ini pun pulang.

KH. ‘Abdul Ghoni Mannan berkata,
“Gus Najih riyen waktu alit nek budal nang Madrasah Ghozaliyyah iku isuk-isukan amergo supoyo mripat ora ningali wong wadon kerono iseh sepi. Wis budal isuk kok mripat ketingal wong wadon, Gus Najih nangis kerono getuni.”

(Gus Najih dulu ketika kecil saat pergi ke Madrasah Ghazaliyyah itu pagi-pagi sekali agar mata tidak melihat wanita karena sepinya. Jika sudah berangkat pagi, tapi mata masih melihat wanita, Gus Najih menangis karena menyesal)
Al Habib ‘Abdurrahman Al Khirrid, Sumenep berkata,
“Paleng bennyak taoh ka karangnah abuya nikah gus najih. Soalah ketab-ketab karangnah Abuya sabellumah ecetak nikah etasheh dhimin dekGus Najih. Mon sareng Gus Najih soro ecetak maka langsung massok kapercetakan”.
(paling banyak tahu terhadap karangan Abuya itu Gus Najih. Karena kitab-kitab karangan Abuya sebelum dicetak itu ditashih dulu ke Gus Najih. Kalo sama Gus Najih nyuruh cetak maka langsung masuk ke percetakan).

As Syaikh As Sayyid Hamd ‘Abdul Karim Dawah Al Husainy, Pengarang kitab “Imamu Daril Bi’tsah”, menyebutkan dibagian akhir dalam kitabnya (Hal. 254),
“Di antara murid-murid As Sayyid Muhammad yang tampak dan unggul dalam keilmuan ada 7 orang, salah satunya adalah As Syaikh Najih ibn Maimoen Zubair AlJawiy”.
Diolah bahasakan dari jejakislam.com, edisi 1/5/14