'Wahabi' Manakah yang Dikritik Ustad Solmed

10/30/2015

'Wahabi' Manakah yang Dikritik Ustad Solmed

Tags

Sholeh Mahmoed atau yang biasa dipanggil Ustad Solmed sepertinya tidak main-main dengan kritikannya atas gerakan puritan yang berasal dari Arab Saudi, yakni ‘wahabi.’ Terlepas benar tidaknya istilah ‘wahabi,’ penamaan ini sudah masyhur di kalangan masyarakat. Gerakan ini dibangun oleh Muhammad bin Abdul Wahab dengan banyak merujuk kepada pendapat Ibnu Taimiyah. Sedangkan Ibnu Taimiyah sendiri adalah ulama bermazhab Hambali.

Berdirinya sebuah gerakan, tentu akan ada kelompok yang pro dan juga kontra. Hal ini wajar, mengingat perbedaan sudut pandang dari masing-masing individu. Jika oleh HAMKA, gerakan wahabi ini identik dengan anti penjajahan sebagaimana terekam dalam buku beliau ‘Dari Perbendaharaan Lama.’ Maka, bagi Ustad Solmed, gerakan ini adalah gerakan fitnah.

Sebagaimana akhir-akhir ini, Ustad Solmed telah membuat status kontroversial berupa ‘Indonesia Darurat Wahabi.’ Berbagai pembicaraan dan diskusi lewat dunia maya pun kembali ‘panas.’ Bahkan seakan tidak main-main, Ustad Solmed pun menyebarkan tulisan-tulisan yang mengkritik Wahabi dengan 4 bagian yang terdiri atas 40 poin.

Namun ada yang ganjil dalam keterangan yang beliau bagi, khususnya poin 21. Beliau menyebutkan:
Hei saudaraku wahabi, ente ngaku ikut IMAM AHMAD, padahal tidak, ente ngaku ikut IBNU TAIMIYAH, padahal tidak, ente ngaku ikut SYEIKH MUHAMMAD bin ABDUL WAHAB, padahal enggak, Mereka ulama besar yang tidak KAFIRKAN umat Islam, tapi ente KAFIRKAN semua umat Islam, ente ikut siapa?
Jadi dari status ini, sebenarnya secara tersirat Ustad Solmed pun menaruh hormat kepada tiga ulama ini, yaitu Imam Ahmad, Ibnu Taimiyah, dan syeikh Muhammad bin Abdul Wahab. Namun yang menjadi pertanyaan, wahabi yang manakah yang selama ini dikritik oleh Ustad Solmed? Adakah pembaca mengetahuinya?