Idrus Romli: Pengetahuan Kaum Muda NU terhadap Syiah dan Liberal sangat Lemah

10/21/2015

Idrus Romli: Pengetahuan Kaum Muda NU terhadap Syiah dan Liberal sangat Lemah

Tags

Tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini salah satu kyai muda NU, Idrus Romli sangat gencar mengkritik ketua PBNU, Said Agil Siraj. Menurut Idrus Romli, SAS (panggilan dari Said Agil Siraj) telah menyebarkan paham Syi’ah.

“Dlm buku2nya SAS terang2an menyebarkan faham Syiah. Tapi mengelak dg brbg alsn bhw SAS bkn Syiah. Bukti aplg yg SAS inginkan?," tulis Idrus Romli dalam laman facebooknya 21/10/15.

Namun atas statusnya itu, banyak kaum muda NU tak menerimanya, bahkan meragukan akun daripada kyai muda tersebut. Atas sikap kaum muda NU tersebut, Idrus Romli pun menyimpulkan bahwa pengetahuan kaum muda NU terhadap syiah dan liberal amat lemah, tak sebanding dengan pengetahuan mereka atas ajaran wahabi.

“Saya amati, pengetahuan kaum muda NU terhadap Syiah dan Liberal sangat lemah. Mereka hanya mengetahui ajaran Wahabi. Bagi kebanyakan mereka, NU hanya berbeda dengan Wahabi. Sedangkan dengan Syiah dan Liberal, mereka anggap tidak begitu berbeda. Padahal sebenarnya Ahlussunnahy Wal-Jamaah, yang diikuti oleh NU, berbeda dengan Syiah, Wahabi dan Liberal.
Hal ini terbukti, ketika saya menulis catatan tentang kesalahan Wahabi, semuanya menerima dan menyukai. Tetapi giliran saya membongkar kesalahan ajaran Syiah dan Liberal, apalagi yang menyebarkan faham tersebut seorang tokoh misalnya SAS, semuanya membela tokoh tersebut. Sebagian menganggap saya perlu tabayun. Ada juga yang menilai saya tidak mengedepankan akhlaq. Ada juga yang meragukan akun fb saya. Ada juga yang menganggap saya sebagai pendiri web NU GL, padahal saya tidak tahu siapa pendirinya,”  tulis kyai muda asal Jember itu 4 jam setelahnya di halaman facebooknya.

Akhirnya, kyai muda yang sering berdebat itu pun menutup statusnya dengan pernyataan.

“Mereka sepertinya menginginkan saya menjadi foto copy dari pemikiran mereka. Itu tidak mungkin. NU yang didirikan oleh para masyayikh itu Ahlussunnah Waljamaah. Sudah barang tentu, berbeda dengan Wahabi, Syiah dan Liberal,” imbuh beliau.