Mengenal Ummul Mukminin (Istri-Istri Rasulullah saw.)

6/03/2015

Mengenal Ummul Mukminin (Istri-Istri Rasulullah saw.)

Pembaca Pustama
Pada kesempatan ini, Pustaka Madrasah akan menjabarkan nama-nama istri Rasulullah saw. yang pernah hidup bersama beliau. Mereka semua adalah wanita-wanita pilihan dan mulia. Mereka semua adalah Ummul Mukminin, ibu bagi orang-orang beriman. Berikut adalah istri-istri Rasulullah saw.:

1.        Khadijah binti Khuwailid
Beliau adalah istri pertama Rasulullah. Beliau tidak menikah dengan lainnya kecuali setelah meninggalnya Khadijah. Rasulullah saw. menikah dengan Khadijah pada umur 25 tahun, sedangkan Khadijah sendiri berusia 40 tahun. Adapun putra-putri beliau dari Khadijah adalah zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, Ibrahim,
2.        Saudah binti Zum’ah
Rasulullah saw. menikahina pada tahun kesepuluh dari nubuyah, tepatnya beberapa hari setelah Khadijah meninggal dunia. Sebelumnya, Saudah menjadi istri anak pamannya yang bernama as-Sakran bin Amr, yang kemudian meninggal dunia.
3.        Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq
Rasulullah saw. menikahinya pada tahun kesebelas dari kenabian, satu tahun setelah menikahi Saudah atau dua tahun lima bulan sebelum hijrah. Aisyah adalah seorang gadis dan beliau tidak menikahi gadis kecuali Aisyah. Dia termasuk orang yang sangat dicintai Rasulullah dan merupakan wanita yang paling banyak ilmunya di tengah-tengah umat.
4.        Hafshah binti Umar bin Khattab
Dia ditinggal mati suaminya, Khunais bin Hudzaifah as-Sahmi pada waktu antara perang Badar dan Uhud. Kemudian dinikai oleh Rasulullah pada tahun 3 H.
5.        Zainab binti Khuzaimah
Dia terkenal dengan julukan Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin) karena kasih sayang dan kemurahan hatina kepada mereka. Sebelumnya, dia adalah istri Abdullah bin Jahsy yang syahid saat perang Uhud. Kemudian, dinikahi oleh Rasulullah pada tahun 4 H. Namun dia meninggal dunia dua atau tiga bulan setelah pernikahan ini.
6.        Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah
Sebelumnya dia adalah istri Abu Salamah yang meninggal pada Jumadis sani 4 H, lalu dinikahi oleh Rasulullah saw. pada bulan Syawal pada tahun yang sama.
7.        Zainab binti Jahsy bin Rayyab
Dia adalah putri bibi Rasulullah saw. sendiri. Sebelumnya, dia adalah istri Zaid bin Haritsah, putra angkat Rasulullah. Rasulullah menikahinya pada bulan Sya’ban 6 H. Atas pernikahan ini, turunlah ayat yang menjelaskan kedudukan anak angkat.
8.        Juwairiyah binti al-Harits
Ayahnya adalah pemimpin Bani al-Musthaliq dari Khuza’ah. Waktu itu, Juwairiyah adalah bagian dari para tawanan bani al-Musthaliq, yang kemudian menjadi miliki Tsabit bin Qais bin Syammas. Lalu Rasulullah saw. menebus dirinya dan menikahinya pada Sya’ban tahun 6 H.
9.        Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
Sebelumnya, dia adalah istri Ubaidillah bin Jahsy. Ia termasuk orang yang ikut hijrah ke Habasyah. Di negeri tersebut, suaminya meninggal. Atas keteguhan sikap dan pendiriannya, Rasulullah saw. pun menikahinya dengan menyampaikan lamarannya lewat surat kepada raja Najasyi.
10.     Shafiyah binti Huyai bin Akhthab
Dia berasal dari Bani Israil yang waktu itu termasuk seorang dari para tawanan Khaibar. Rasulullah saw. memilihnya untuk diri beliau sendiri, lalu membebaskan dan menikahinya setelah penaklukan Khaibar pada tahun 7 H.
11.     Maimunah binti al-Harits
Dia adalah saudari Ummul Fadhl Lubabah binti al-Harits. Rasulullah menikahinya pada bulan Zulhijah 7 H saat Umrah Qadha’ setelah habis masa iddahnya.

Selain di atas, ada juga wanita yang Rasulullah saw. nikahi bukan sebagai wanita merdeka, yaitu Mariyah al-Qibthiyah, yang dihadiahkan oleh Muqauqis. Darinya, lahir Ibrahim, namun meninggal dunia selagi masih kecil. Selain itu juga, ada Raihanah binti Zaid an-Nadhiriyya atau al-Qurazhiyyah yang sebelumnya termasuk tawanan Quraidzah. Ada sebagian pendapat, Raihanah dinikahi Rasulullah setelah dimerdekakan.

Demikian pembaca Pustama, para wanita yang pernah dinikahi Rasulullah saw. dan beliau hidup bersama mereka dengan bahagia dan penuh berkah. Akhirnya, semoga selawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah saw. dan istri-istri beliau tersebut. Amin.


DAFTAR PUSTAKA
Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyah, Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuhu, 1955 M
Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq al-Makhtum, Jakarta: Ummul Qura, 2012