Isi Piagam Madinah

6/03/2015

Isi Piagam Madinah

isi piagam madinah
Pembaca Pustama
Piagam Madinah merupakah sesuatu yang spektakuler. Bahkan dikatakan bahwa, piagam madinah adalah sebuah diktat kenegaraan modern yang ada pada zaman tersebut. Dari perjanjian ini pulalah, banyak peneliti mendasarkan teorinya bahwa Negara Islam sudah muncul atau ada.

Pada zaman sekarang, banyak sekali komponen-komponen umat Islam yang berjuang dalam ranah politik mendasarkannya pada piagam ini. Katakan saja jika di Indonesia, PPP dan PBB sangat getol memperjuangkan Piagam Jakarta, maka PKS dan PAN memperjuangkan Piagam Madinah. Dikatakan bahwa, Piagam Madinah adalah sebuah nilai yang unik dan adil untuk menyatukan komponen-komponen masyarakat yang heterogen seperti negeri Indonesia ini.

Lalu sebenarnya, apa sih isi dari Piagam Madinah?

Pembaca Pustama, disebutkan dalam kitab ar-Rahiq al-Makhtum karya syeikh Syafiyurrahman al-Mubarakfury yang mengutip dari as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, bahwa butir-butir perjanjian Madinah adalah sebagai berikut:
  1. Orang-orang Yahudi Bani Auf adalah satu umat dengan orang-orang Mukmin. Bagi orang-orang Yahudi agama mereka dan bagi kaum Muslimin agama mereka, termasuk pengikut-pengikut mereka dan diri mereka sendiri. Hal ini juga berlaku bagi orang-orang Yahudi selain Bani Auf.
  2. Orang-orang Yahudi berkewajiban menanggung nafkah mereka sendiri, begitu pula kaum muslimin.
  3. Semua pihak harus saling membantu dalam menghadapi musuh yang hendak membatalkan piagam perjanjian ini.
  4. Mereka harus saling nasihat-menasihati, berbuat baik, dan tidak boleh berbuat jahat.
  5. Siapapun tidak boleh berbuat jahat terhadap orang yang sudah terikat dengan perjanjian ini.
  6. Wajib membantu orang yang dizalimi.
  7. Orang-orang Yahudi harus sepakat dengan orang-orang mukmin ketika (kaum muslimin) terjun dalam kancah peperangan.
  8. Yatsrib adalah kota yang dianggap suci oleh setiap orang yang menyetujui perjanjian ini.
  9. Jika terjadi sesuatu ataupun perselisihan di antara orang-orang yang mengakui perjanjian ini, yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada Allah dan Muhammad saw..
  10. Orang-orang Quraisy tidak boleh mendapat perlindungan dan tidak boleh ditolong.
  11. Mereka harus saling tolong-menolong dalam menghadapi orang yang hendak menyerang Yatsrib.
  12. Perjanjian ini tidak boleh dilanggar, kecuali memang dia orang yang zalim atau jahat.

Pembaca Pustama, butir-butir perjanjian madinah di atas jika dicermati lebih dalam, maka akan didapatkan bahwa Piagam Madinah ini berisi:
  1. Kebebasan beragama
  2. Kebebasan mendapatkan pekerjaan (ekonomi)
  3. Perlindungan hukum dan pergaulan
  4. Persamaan hak dan kewajiban antar warga
  5. Keamanan Negara
  6. Penentuan batas wilayah dan bahkan ibu kotanya
  7. Dan lain-lain

Demikian pembaca Pustama, uraian tentang butir-butir Piagam Madinah. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyah, Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Musthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuhu, 1955 M
Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Ar-Rahiq al-Makhtum, Jakarta: Ummul Qura, 2012