Disepakati, Pengangkatan Honorer K2 Jadi CPNS tanpa Tes

6/16/2015

Disepakati, Pengangkatan Honorer K2 Jadi CPNS tanpa Tes

Tags

Sahabat Pustama, mengutip kabar dari jpnn bahwa ada kabar gembira bagi temen-temen honorer kategori dua. Kabar gembira itu adalah bahwa bagi honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus tes seleksi CPNS 2013 dapat langsung menjadi CPNS tanpa tes melalui kesepakatan antara Pemerintah dan Panja Aparatur Komisi II DPR RI. Dari kesepakatan itu bahwa mereka akan memprioritaskan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tanpa tes.
“Sesuai hasil rapat panja, disepakati pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS tanpa tes. Tes tetap diberlakukan namun hanya seleksi administrasi,” kata Bambang Dayanto Sumarsono, Asdep Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Aparatur KemenPAN-RB, Senin (15/6).
Dia mengatakan, seleksi administrasi tetap diberlakukan untuk melihat keabsahan data yang ada. Nantinya, data bakal disesuaikan dengan database yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Seleksi CPNS 2013 dari tenaga honorer K2 diikuti sekitar 605 ribu honorer. Yang tidak lulus ada 439 ribuan. Nah, data honorer ini ada di BKN, jadi tidak bisa direkayasa lagi. Tidak bisa dikurangi maupun ditambah,” tegas Bambang.
Namun untuk mengantisipasi kecurangan, Forum Honorer Kategori Dua Indonesia (FHK2I) tetap meminta seluruh K2 mengawal data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masing-masing daerah. Ini untuk mencegah penggelembungan data K2.
“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan DPR yang akhirnya mau mengangkat honorer K2 menjadi CPNS tanpa tes. Agar tidak terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, data K2 yang diusulkan BKD ke pusat harus dikawal honorer,” kata Ketua FHK2I Titi Purwaningsih.
Dia menyebutkan, upaya penggelembungan data sangat mungkin dilakukan pemda. Jika ini tidak dikawal, honorer K2 asli yang akan merasakan dampaknya.
“Kami jadi begini karena honorer bodong. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan seluruh korwil maupun korcab FHK2I agar ikut menyisir tenaga K2 bodong,” ucapnya.
Temuan-temuan K2 bodong, lanjut Titi, langsung diserahkan ke BKD agar tidak diajukan lagi ke pusat.